Berawal dari Motor Berisik, Keributan Siswa dan Guru di Lampung Timur Berakhir Damai

Sekolahku68 Dilihat

LAMPUNG TIMUR, SUARAGURU.ID – Sebuah video yang memperlihatkan seorang siswa ditampar guru di SMA Teladan Way Jepara, Lampung Timur, viral di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui terjadi setelah siswa berinisial S (17) terlibat keributan dengan pihak sekolah akibat menggeber sepeda motor di area sekolah.

Kapolsek Way Jepara AKP Gobel mengatakan kejadian berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026 sekitar pukul 13.35 WIB. Polisi kemudian melakukan klarifikasi setelah rekaman kejadian tersebut beredar luas di media sosial.

Menurut Gobel, persoalan bermula ketika S menggeber motor Yamaha RX King miliknya berulang kali di area parkir sekolah. Suara motor tersebut dinilai mengganggu lingkungan sekolah.

“Siswa ini katanya motornya ada yang rusak. Tapi tidak pantas dan tidak etis motor RX King dibrong-brong di dalam sekolah,” ujar Gobel.

Siswa tersebut kemudian ditegur oleh petugas keamanan sekolah. Namun, teguran itu justru berkembang menjadi cekcok hingga terjadi aksi saling dorong antara S dan petugas keamanan.

Keributan kemudian didatangi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ahmad Azhari (50), yang berupaya melerai keduanya. Namun, situasi kembali memanas setelah terjadi adu mulut antara siswa dan pihak sekolah.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang guru mengenakan kemeja batik mendatangi lokasi keributan. Guru tersebut kemudian terlihat menampar bagian wajah siswa.

Polisi menilai terdapat kesalahan dari kedua pihak. Siswa dinilai melanggar aturan sekolah dengan menggeber motor, sementara tindakan fisik yang dilakukan guru juga dinilai tidak dapat dibenarkan.

“Intinya anak ini juga salah, tapi sikap dari guru juga tidak dibenarkan,” tegas Gobel.

Meski video tersebut sempat menjadi perhatian publik, persoalan antara keluarga siswa dan pihak sekolah akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Mediasi dilakukan pada Minggu, 9 Agustus 2026 di kediaman siswa.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat berdamai dan membuat surat pernyataan. Keluarga siswa juga disebut telah memahami kronologi kejadian dan memaafkan tindakan dari pihak sekolah.

Gobel mengatakan keluarga siswa sejak awal tidak berencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Kendati demikian, kepolisian tetap melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait setelah video kejadian viral.

“Alhamdulillah, persoalan tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi kedua belah pihak,” pungkas Gobel.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena menunjukkan pentingnya penyelesaian pelanggaran disiplin di lingkungan sekolah secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan edukatif. Siswa perlu memahami aturan sekolah, sementara tenaga pendidik juga diharapkan menangani pelanggaran tanpa menggunakan kekerasan fisik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *