Densus 88 AT Polri Bekali 775 Pelajar di Palembang Cegah Paham IRET di Era Digital

Event39 Dilihat

PALEMBANG, SUARAGURU.ID – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Pencegahan Sumatera Selatan Densus 88 Antiteror (AT) Polri memberikan pembekalan kepada 775 siswa, guru, dan tenaga kependidikan di Kota Palembang mengenai pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Kegiatan tersebut digelar di SMA Maitreyawira Palembang dan SMA Negeri Sumatera Selatan sebagai upaya memperkuat daya tangkal generasi muda terhadap penyebaran paham radikal, khususnya melalui media digital.

Di SMA Maitreyawira Palembang, sebanyak 475 peserta mengikuti pembentukan karakter kebangsaan melalui Latihan Teknik Dasar Baris Berbaris (LTBB) yang dipadukan dengan edukasi pencegahan IRET. Sementara di SMA Negeri Sumatera Selatan, sekitar 300 siswa memperoleh materi bertema “Strategi Pencegahan Paham IRET di Era Digital” dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Dalam penyampaiannya, tim Satgaswil Densus 88 menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila, toleransi, serta kewaspadaan terhadap pola penyebaran paham radikal yang kini semakin banyak memanfaatkan media sosial, platform digital, hingga permainan daring sebagai sarana perekrutan generasi muda.

“Radikalisme bisa ada di semua agama. Sasaran utamanya adalah generasi muda. Karena itu kewaspadaan orang tua dalam mengawasi aktivitas dunia maya anak menjadi sangat penting,” ujar Brigadir Putra Yesa saat memberikan materi.

Pada sesi di SMA Negeri Sumatera Selatan, narasumber Briptu Muhammad Alfarezi menjelaskan bahwa terorisme merupakan proses yang berawal dari sikap intoleransi, berkembang menjadi radikalisme, hingga berpotensi mengarah pada tindakan teror. Oleh karena itu, para pelajar diminta memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menerima informasi yang beredar di internet.

“Untuk menangkal paham radikal, kita harus kuat dalam wawasan keagamaan, kebangsaan, dan berpikir kritis. Jadilah selektif dalam memilih informasi di media sosial,” tegas Briptu Muhammad Alfarezi.

Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan, Iswan Djati Kusuma, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pembekalan sejak dini sangat penting agar peserta didik memiliki pemahaman yang kuat mengenai nilai-nilai kebangsaan serta mampu menolak berbagai bentuk paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Melalui kegiatan ini, Densus 88 AT Polri menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan dunia pendidikan dalam membangun karakter generasi muda yang cinta tanah air, memiliki literasi digital yang baik, serta mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *