PALEMBANG, SUARAGURU.ID – Seorang pelajar SMA berinisial R (15) diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh dua teman sekolahnya. Peristiwa tersebut terjadi di salah satu sekolah di Jalan Bangau, Kecamatan Ilir Timur III, Palembang, Sumatera Selatan.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polrestabes Palembang setelah upaya mediasi antara keluarga korban dan orang tua siswa yang diduga terlibat belum menemukan kesepakatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan keterangan ibu korban, V, kejadian bermula ketika R diduga mendapat perlakuan kasar dari dua teman sekolahnya yang masing-masing berinisial S dan A.
“Anak saya dianiaya, kerah bajunya ditarik dan rambutnya dijambak,” ujar V saat membuat laporan kepada polisi.
V menjelaskan, kerah baju R disebut ditarik oleh S. Setelah itu, A diduga menjambak rambut korban hingga R hampir terjatuh ke lantai.
Aksi tersebut kemudian dilerai oleh sejumlah siswa dan guru yang berada di sekitar lokasi. Pihak sekolah juga sempat berupaya menyelesaikan persoalan tersebut melalui mediasi antara pihak yang terlibat.
Namun, proses mediasi belum menghasilkan titik temu. Ibu korban akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke polisi pada Kamis (13/8/2026) malam.
Setelah kejadian, R mengeluhkan sakit pada bagian kepala dan mengalami memar di bagian belakang kepala sebelah kanan. Korban kemudian dibawa oleh ibunya untuk mendapatkan perawatan di RS Siloam Palembang.
Polrestabes Palembang membenarkan adanya laporan tersebut. Pamapta SPKT Polrestabes Palembang Ipda Rifki Syerif mengatakan laporan telah diterima dan akan ditindaklanjuti oleh petugas.
“Laporan korban sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas Satreskrim Polrestabes Palembang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk dilakukan penyelidikan,” kata Rifki.
Kasus tersebut kini dalam proses penyelidikan kepolisian. Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta memastikan setiap persoalan antarpelajar dapat ditangani dengan tepat dan tanpa kekerasan.











