Semangat Kemerdekaan Menggema di RT 08 Batu Urip, Warga Bersatu dalam Kebersamaan

Event, Uncategorized87 Dilihat

LUBUKLINGGAU, SUARAGURU.ID — Semangat kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan kemeriahan yang megah. Di tengah lingkungan masyarakat, kemerdekaan justru terasa begitu dekat ketika warga berkumpul, tertawa bersama, saling membantu, dan bergotong royong tanpa memandang usia maupun latar belakang.

Suasana itulah yang terasa di RT 08 Kelurahan Batu Urip, Kota Lubuklinggau, dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai perlombaan dan pertandingan digelar sejak 15 hingga 17 Agustus, kemudian ditutup dengan pesta rakyat sekaligus pembagian hadiah pada Senin malam.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung penuh semangat kebersamaan. Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua RT 08 Sasra Depulen, bersama Ketua Panitia Zulkarmi, serta mendapat dukungan penuh dari seluruh warga dan tokoh-tokoh masyarakat RT 08.

Bukan sekadar perlombaan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Dari Anak-Anak hingga Orang Tua, Semua Turut Merasakan Kemerdekaan
Kemeriahan dimulai dari anak-anak. Berbagai permainan tradisional yang sederhana namun penuh keceriaan digelar, seperti lomba balap karung, makan kerupuk, balap kelereng, serta lomba memasukkan pipet ke dalam botol.

Salah satu lomba untuk anak – anak yang lucu dan menarik di Rt.08 Lomba makan kerupuk anak – anak. Foto/kjg

Tawa dan sorak-sorai warga mengiringi setiap perlombaan. Anak-anak tidak hanya belajar tentang keberanian untuk berkompetisi, tetapi juga tentang sportivitas, menerima kemenangan dengan rendah hati dan menerima kekalahan dengan lapang dada.

Kemeriahan kemudian berlanjut di kalangan ibu-ibu. Mereka mengikuti pertandingan bola voli, estafet karet dengan pipet, estafet sagu, serta lomba injak balon.

Di tengah kesibukan menjalankan aktivitas keluarga, para ibu tetap menunjukkan energi dan semangat luar biasa. Lapangan RT 08 pun berubah menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan tawa, persahabatan, dan kegembiraan.

Sementara itu, kaum bapak turut ambil bagian dalam sejumlah pertandingan dan perlombaan, di antaranya gaple/domino berpasangan, gaple/domino perorangan, bola voli, serta tenis meja.

Persaingan berlangsung seru, tetapi tetap dalam suasana persaudaraan. Menang dan kalah menjadi bagian dari permainan, sementara kebersamaan menjadi kemenangan yang sesungguhnya.

*Lapangan RT 08 Menjadi Saksi Kebersamaan
Puncak kegiatan berlangsung pada Senin malam, ketika masyarakat RT 08 tumpah ruah memenuhi lapangan untuk mengikuti pesta rakyat dan pembagian hadiah.

Lampu-lampu dan suasana malam kemerdekaan seolah menjadi saksi bahwa sebuah lingkungan akan terasa hidup ketika warganya mau duduk bersama, berbagi cerita, saling menyapa, dan menjaga rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Suasana malam pesta rakyat di Rt.08 Kelurahan Batu urip, senin 17/08/26. Foto/Medi

Anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, tokoh masyarakat, panitia, serta para warga hadir dalam satu suasana yang sama: merayakan kemerdekaan dengan cara yang sederhana, tetapi penuh makna.
Bagi warga RT 08, hadiah bukanlah tujuan utama. Yang jauh lebih berharga adalah kesempatan untuk berkumpul dan memperkuat ikatan sosial yang mungkin selama ini jarang terjalin karena kesibukan masing-masing.

* Sasra Depulen: Kebersamaan Adalah Kekuatan
Dalam sambutannya, Ketua RT 08 Sasra Depulen, yang baru terpilih dan dilantik pada Juli 2026 lalu oleh Wali Kota Lubuklinggau, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RT 08 Kelurahan Batu Urip telah terlaksana dengan baik. Atas nama pengurus RT 08, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, para donatur, serta Bapak/Ibu warga RT 08 atas dukungan, bantuan, tenaga, waktu, dan partisipasinya.”
Sasra berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama kegiatan kemerdekaan tidak berhenti ketika perlombaan selesai.
“Semoga kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong yang telah kita tunjukkan dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan untuk membangun lingkungan RT 08 yang semakin rukun, aman, nyaman, dan maju. Mohon maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Terima kasih atas kebersamaannya.”
Merdeka Itu Ketika Warga Mau Bersama
Perayaan HUT Kemerdekaan di RT 08 Batu Urip memberikan pesan sederhana bahwa membangun lingkungan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar.
Kadang, ia dimulai dari sebuah sapaan. Dari tangan yang membantu memasang tenda. Dari warga yang menyumbangkan tenaga dan waktu. Dari anak-anak yang bermain bersama. Dari ibu-ibu yang tertawa di pinggir lapangan. Dari bapak-bapak yang berkompetisi dengan sportif.
Dan yang paling penting, dari kesediaan untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Kemerdekaan akhirnya bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan 81 tahun silam. Kemerdekaan juga tentang bagaimana generasi hari ini mengisi perjuangan tersebut dengan menjaga persaudaraan, membangun lingkungan, memperkuat gotong royong, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun.

*Dari RT 08 Batu Urip, pesan itu kembali terdengar:
Kemerdekaan akan selalu hidup selama kebersamaan tetap dijaga. Karena ketika warga bersatu, lingkungan menjadi kuat; ketika gotong royong tumbuh, harapan untuk masa depan pun semakin terang. ” Kuat Karena Bersatu, dan Bersatu Karena Kita Kuat “. (Uk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *