Siswa Kelas VI SD di Tangerang Raih Emas Olimpiade Matematika Internasional, Ini Strategi Caleb

Event74 Dilihat

TANGERANG, SUARAGURU.ID — Caleb Elias Dharmawirya, siswa kelas VI SDK PENABUR Gading Serpong, berhasil meraih medali emas dalam ajang The 23rd International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2026. Prestasi tersebut diraih setelah Caleb bersaing dengan lebih dari 400 siswa sekolah dasar dari 23 negara dalam kompetisi internasional yang digelar di Depok, Jawa Barat.

Ketertarikan Caleb terhadap matematika telah tumbuh sejak duduk di kelas I sekolah dasar. Kegemarannya mempelajari angka dan memecahkan persoalan matematika terus berkembang melalui latihan rutin hingga membawanya meraih prestasi di tingkat dunia.

Meski berhasil membawa pulang medali emas, Caleb mengakui bahwa kompetisi tersebut bukanlah hal yang mudah. Soal-soal IMSO memiliki tingkat kesulitan tinggi, sementara peserta harus menyelesaikannya dalam waktu yang terbatas. Kondisi tersebut menuntut kemampuan berpikir logis, ketepatan menjawab, serta pengelolaan waktu yang baik.

Untuk menghadapi tantangan itu, Caleb menerapkan strategi dengan mengerjakan soal yang dianggap lebih mudah terlebih dahulu. Ia memilih tidak terlalu lama terpaku pada satu soal yang sulit agar waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“ Saat saya menemui kesulitan dalam mengerjakan suatu soal, saya akan mengerjakan soal-soal lain yang saya rasa lebih mudah terlebih dahulu, lalu baru kembali ke soal-soal yang sulit,” ujar Caleb, dikutip dari detikEdu, Sabtu (17/10/2026).

Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Sebelum mengikuti kompetisi, Caleb menjalani persiapan melalui karantina daring selama dua bulan. Ia kemudian mengikuti karantina tatap muka di Depok selama satu minggu menjelang perlombaan.

Selama masa persiapan, Caleb juga tekun berlatih menggunakan soal-soal dari kompetisi tahun sebelumnya atau past papers. Latihan tersebut membantunya mengenali pola soal sekaligus membiasakan diri menghadapi tantangan yang membutuhkan ketelitian dan kecepatan berpikir.

Di tengah persiapan intensif, Caleb tetap harus menjaga keseimbangan antara kegiatan olimpiade dan pendidikan formalnya. Ia mengaku bersyukur karena para guru di sekolah memberikan dukungan dan membantu mengejar materi pelajaran yang tertinggal selama mengikuti karantina serta kompetisi.

Dukungan lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor yang membantu Caleb menjalani proses persiapan tanpa mengabaikan kewajibannya sebagai siswa. Pendampingan guru juga membuatnya tetap dapat mengikuti pembelajaran meskipun jadwal latihan cukup padat.

Setelah berhasil meraih medali emas IMSO 2026, Caleb mengaku senang dan bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia tidak menyangka usahanya selama masa persiapan dapat membuahkan hasil yang membanggakan.

Ke depan, Caleb telah menyiapkan target berikutnya. Menjelang memasuki jenjang sekolah menengah pertama (SMP), ia berencana mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP.

Ia juga menyampaikan pesan kepada teman-teman seusianya agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam belajar. Menurutnya, usaha yang konsisten menjadi bagian penting dalam mencapai tujuan.

“Harus terus berusaha dan jangan mudah putus asa meskipun menghadapi kesulitan,” pesannya.

Prestasi Caleb menunjukkan bahwa keberhasilan dalam kompetisi akademik tidak hanya bergantung pada kemampuan memahami materi, tetapi juga dipengaruhi oleh kedisiplinan berlatih, strategi mengerjakan soal, kemampuan mengatur waktu, serta dukungan dari lingkungan pendidikan. Pengalamannya diharapkan dapat memotivasi pelajar lain untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *