Tanamkan Sekolah Ramah Anak, SMP Negeri 8 Lubuk Linggau Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Anti Kekerasan

Sekolahku164 Dilihat

LUBUKLINGGAU, SUARAGURU.ID – Membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang tidak cukup hanya dengan aturan. Hal itu harus dimulai dari kesadaran, kepedulian, dan keberanian setiap peserta didik untuk saling menghargai. Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Anti Kekerasan di Lingkungan Sekolah yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Lubuk Linggau di Aula SMP Negeri 8 Lubuk Linggau, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 ini diikuti dengan penuh antusias oleh sekitar 200 peserta didik baru. Sejak hari pertama menginjakkan kaki di bangku SMP, para siswa diajak memahami bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga rumah kedua yang harus dipenuhi rasa aman, saling menghormati, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan dibuka dan dihadiri langsung oleh Kepala SMP Negeri 8 Lubuk Linggau, Ema Arioktariyana, S.Pd., M.Pd. Turut hadir Pengawas Pembina dari Dinas Pendidikan Kota Lubuk Linggau, Hj. Sri Aguslastiana, M.Pd., serta perwakilan Pokja I, yaitu Eka Silviana, M.Pd. dan Ainun, M.Pd.

Materi utama disampaikan oleh narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat, yaitu Evi Maria, S.E., M.M., didampingi tim dari Bidang Pemberdayaan Perempuan, Jurniah, S.E. dan Sherly Rama Surya, S.Ak.

Dalam penyampaiannya, para narasumber mengajak seluruh siswa untuk mengenali berbagai bentuk bullying, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital. Mereka juga mengingatkan bahwa tindakan yang sering dianggap sekadar bercanda dapat meninggalkan luka batin yang mendalam bagi korban.

Selain memberikan pemahaman tentang bahaya bullying, para siswa juga dibekali keberanian untuk menjadi pelopor perubahan, berani berkata tidak terhadap kekerasan, serta tidak ragu melapor kepada guru apabila melihat ataupun mengalami tindakan yang mengarah pada perundungan.

Kepala SMP Negeri 8 Lubuk Linggau, Ema Arioktariyana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pembentukan karakter peserta didik merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan siswa membangun sikap saling menghormati, empati, dan kepedulian terhadap sesama.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan sejak awal bahwa SMP Negeri 8 Lubuk Linggau adalah sekolah yang ramah anak, tempat setiap siswa berhak merasa aman, dihargai, dan bahagia. Tidak ada ruang bagi bullying maupun segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Pengawas Pembina Hj. Sri Aguslastiana, M.Pd. mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara sekolah dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat. Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi langkah penting dalam membentuk budaya sekolah yang sehat dan berkarakter.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa terlihat aktif mengikuti sesi tanya jawab, berbagi pengalaman, serta menyampaikan pendapat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang saling menghargai. Antusiasme tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan karakter akan lebih bermakna ketika disampaikan melalui pendekatan yang humanis dan komunikatif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik baru tidak hanya memahami bahaya bullying, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan energi positif di lingkungan sekolah. Sebab, sekolah yang hebat bukanlah sekolah yang bebas dari perbedaan, melainkan sekolah yang mampu menjadikan setiap perbedaan sebagai kekuatan untuk saling menguatkan.

MPLS bukan sekadar mengenal ruang kelas dan tata tertib. Lebih dari itu, MPLS adalah momentum menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, membangun empati, serta menumbuhkan keberanian untuk berkata baik, bersikap baik, dan menjadi teman yang baik. Dari langkah kecil inilah lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menciptakan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari bullying.(UK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *