Fokus Literasi dan Inovasi Digital, 683 Mahasiswa UNPARI Ikuti Pembekalan KKN 2026

SUARAGURU.ID– Sebanyak 683 mahasiswa Universitas PGRI Silampari (UNPARI) mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang digelar di Aula Embun Semibar, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke berbagai desa di Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Kota Lubuklinggau.

Pembekalan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari wakil rektor, dekan, kepala biro, kepala lembaga, ketua program studi, hingga seluruh peserta KKN. Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor UNPARI, Assoc. Prof. Dr. Rudi Erwandi, M.Pd.

Ketua Panitia KKN, Dr. Azizil Fikri, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN akan berlangsung pada 29 Juni hingga 8 Agustus 2026. Para mahasiswa akan ditempatkan di 65 desa yang tersebar di 15 kecamatan.

Dr. Azizil Fikri, M.Pd.

“Total peserta KKN tahun ini berjumlah 683 mahasiswa yang berasal dari tiga fakultas. Mereka akan disebar ke wilayah Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Kota Lubuklinggau untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Azizil Fikri.

Ia menjelaskan, peserta terdiri dari 171 mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, 370 mahasiswa Fakultas Sosial dan Humaniora, serta 142 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Untuk memperkuat kesiapan mahasiswa, panitia menghadirkan empat narasumber yang memberikan materi terkait ketahanan pangan, teknis penyusunan laporan KKN, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga pemanfaatan media digital dan informasi.

Tahun ini, UNPARI mengangkat tema “Transformasi Literasi Desa di Era Artificial Intelligence: Peran Mahasiswa dalam Edukasi, Inovasi, dan Pemberdayaan.” Tema tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa menghadirkan inovasi dan solusi berbasis teknologi bagi masyarakat desa. Rektor UNPARI, Assoc. Prof. Dr. Rudi Erwandi, M.Pd., menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu memberikan kontribusi nyata selama berada di lokasi KKN.

“Mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga harus menjadi agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui edukasi, inovasi, dan pemberdayaan,” tegasnya.

Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan siap secara mental, akademik, dan sosial sebelum terjun langsung ke masyarakat. Kehadiran mereka di desa-desa tujuan diharapkan mampu memperkuat literasi digital serta mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung pembangunan dan kemajuan masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *