Nilai TKA SMA Jadi Alarm Pendidikan: Matematika dan Bahasa Inggris Rendah, Metode Belajar Dinilai Perlu Evaluasi

Nasional42 Dilihat

SUARAGURU.ID-Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMA mulai menunjukkan gambaran nyata kualitas pembelajaran di sekolah. Rendahnya rata-rata nilai nasional, khususnya pada mata pelajaran Matematika yang hanya mencapai 36,10 dan Bahasa Inggris 24,93, menjadi sinyal penting bahwa sistem pembelajaran di kelas perlu segera dievaluasi.

Ketua Umum Organisasi Pendidikan Guru Matematika Nusantara, Moch. Fatkoer Rohman, menilai hasil TKA seharusnya dipandang sebagai bahan refleksi bagi sekolah dan guru, bukan sekadar angka capaian siswa. Menurutnya, pola pembelajaran yang selama ini terlalu fokus pada hafalan rumus dan latihan soal berulang membuat siswa kurang memahami konsep secara mendalam.

“Masih banyak pembelajaran yang hanya berisi rumus dan latihan soal berulang. Anak akhirnya terbiasa menghafal cara cepat, tetapi tidak benar-benar memahami konsep,” ujar Ketua Umum Organisasi Pendidikan Guru Matematika Nusantara, Moch. Fatkoer Rohman”Masih banyak pembelajaran yang hanya berisi rumus dan latihan soal berulang. Anak akhirnya terbiasa menghafal cara cepat, tetapi tidak benar-benar memahami konsep,” ujar Ketua Umum Organisasi Pendidikan Guru Matematika Nusantara.

Ia menegaskan, rendahnya nilai matematika menunjukkan bahwa pembelajaran di banyak sekolah belum optimal dalam melatih kemampuan berpikir kritis, logika, dan penalaran siswa—padahal kemampuan tersebut menjadi fokus utama dalam TKA. Lemahnya fondasi numerasi sejak jenjang dasar juga dinilai menjadi salah satu penyebab siswa kesulitan memahami materi yang lebih kompleks di tingkat SMA.

Karena itu, Fatkoer mengingatkan agar hasil TKA tidak direspons dengan sekadar memperbanyak latihan soal. Menurutnya, yang lebih penting adalah membenahi proses belajar di kelas agar siswa terbiasa berpikir, berdiskusi, dan menemukan konsep secara mandiri.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Surabaya, Iva Afiati Rahma, menyebut TKA menjadi alat evaluasi penting karena membantu sekolah memetakan mata pelajaran yang perlu mendapat perhatian lebih melalui data yang objektif dan terukur.

“Dari hasil TKA, kami bisa melihat mata pelajaran mana yang perlu perhatian lebih serius. Ini membantu guru melakukan evaluasi yang lebih objektif dan berbasis data,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *