Trofeo Laga Persahabatan Sepakbola Wanita diDonorojo Jayaloka

Olahraga155 Dilihat

JAYALOKA.SUARAGURU.ID,- Lapangan Desa Donorojo menjadi saksi bisu keceriaan para pesepak bola putri dalam balutan turnamen segitiga (trofeo) yang mempertemukan tiga Tim Putri: Bocil Kungku Jayaloka, G45 Sukakarya, dan Cakrawala Taruni Pelawe Cecar.

Bukan trofi yang menjadi kejaran utama, melainkan jalinan persaudaraan di atas lapangan hijau. Dengan sistem ketemu semua, ketiga tim saling menguji kemampuan tanpa tekanan beban skor akhir.

G45 Sukakarya: Langkah Awal Sang Pendatang Baru. 

Coach Pamungkas, atau yang akrab disapa Coach Tole, melihat trofeo ini sebagai hal yang penting. Sebagai tim yang baru saja terbentuk, G45 Sukakarya fokus pada adaptasi bermain serta menumbuhkan mental bertanding bagi anak-anak putrinya.

“Bagi kami, ini adalah pengalaman pertama anak-anak merasakan atmosfer pertandingan bermain bersama tim lain yang sudah lebih dulu ada di Musi rawas. Kami baru terbentuk, jadi tujuannya bukan menang, tapi membiasakan anak-anak dengan lapangan dan kerja sama tim,” ujar Coach Tole.

Nada positif juga datang dari Coach Syairil yang membawa armada Cakrawala Taruni Pelawe Cecar. Baginya, bermain di Lapangan Desa Donorojo adalah obat penawar rindu akan kompetisi.

“Senang dan bahagia sekali bisa membawa anak-anak bermain bersama tim lain. Ini adalah hiburan sekaligus pelajaran bagi mereka untuk saling mengenal karakter pemain dari luar daerah sendiri,” ungkap Coach Syairil dengan wajah sumringah.

Bocil Kungku Jayaloka: Wadah Evaluasi dan Silahturahmi:
Sebagai tuan rumah/penyelenggara, Coach Ryan dari Bocil Kungku menyampaikan apresiasi terdalam atas kehadiran tim tamu.

“Terima kasih untuk G45 dan Cakrawala yang sudah hadir. Ini adalah ajang unjuk kemampuan bagi anak-anak yang selama ini rutin berlatih. Tanpa kompetisi resmi, mereka butuh wadah seperti ini untuk melihat sejauh mana perkembangan mereka sekaligus menghilangkan rasa bosan saat latihan rutin,” jelas Coach Ryan.

Harapan ke Depannya: 
Pertandingan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi sepak bola wanita di wilayah ini. Melalui pertemuan ini, diharapkan akan lahir kompetisi yang lebih rutin guna menambah jam terbang para atlet muda.
Harapan besarnya adalah agar anak-anak ini tidak hanya pandai mengolah bola, tetapi juga memiliki jejaring pertemanan yang luas di dunia sepak bola, sehingga ekosistem sepak bola wanita terus tumbuh sehat, penuh sportivitas, dan kekeluargaan.

Menang tidak terbang, kalah tidak tumbang. Yang penting, kita bersilahturahmi!. (Ryan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *